Go

Seri Materi dan Soal CPNS Bahasa Indonesia: Penggunaan Tanda Petik Tunggal dan Ganda

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada November 29th at 8:47am
Share :

Seri Materi dan Soal CPNS Bahasa Indonesia: Penggunaan Tanda Petik Tunggal dan Ganda

Seri yang ketiga kali ini akan membahas penggunaan tanda petik tunggal (‘...’) dan ganda (“...”). Seringkali para pengguna bahasa Indonesia melakukan kesalahan di mana terjadi penukaran penggunaan.

Tanda petik ganda dalam bahasa Indonesia digunakan untuk:

1. Tanda petik ganda digunakan untuk mengapit petikan langsung.

a. Bung Tomo berseru, “Merdeka atau mati”

b. Pasal 27 ayat 1 berbunyi, “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

2. Tanda petik ganda digunakan untuk judul sajak, lagu, film, artikel, naskah.

a. Mereka menyanyikan lagu “Mars Pancasila”

b. Artikel “Bahasa dan Kebudayaan” sangat menarik.

3. Tanda petik ganda digunakan untuk nama ilmiah atau ada makna khusus.

a. Dilarang memberi “hadiah” kepada panitia.

b. Dia dijadikan “bunga desa”

Sementara itu, tanda petik tunggal digunakan untuk:

1. Tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit petikan di dalam petikan lain.

a. “Kudengar adikku berteriak ‘jangan ambil makananku’,” ujar Hari.

b. Indonesia patut berbangga ‘Indonesa Raya’ berkumandang di Filipina,” kata Menteri Olahraga.

2. Tanda petik digunakan untuk mengapit terjemahan, makna, atau penjelasan khusus.

a. Hal ini mengakibatkan kolokasi ‘sanding kata’ menjadi materi yang sulit dipelajari.

b. Semantics field ‘medan semantis’

Dari penjelasan di atas, cobalah jawab dengan benar atau salah beberapa soal di bawah ini:

1. Bu guru berkata, ‘tidaklah tepat berkata kasar pada guru.’

2. Hal tersebut dapat mengakibatkan “pemanfaatan wewenang,”

3. Collocation “kolokasi” adalah sanding kata.

4. Dia adalah ‘si mulut bocor’.

5. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” sangat bagus.

Jawaban yang benar adalah:

1. Salah, seharusnya tanda petik ganda.

2. Benar.

3. Salah, seharusnya ‘kolokasi’

4. Salah, seharusnya “si mulut kotor”

5. Benar.

Artikel Lainnya

이/가 dan 을/를 (Penanda Subjek dan Objek)
Teks Deskriptif: Struktur, Tujuan, Dan Ciri-Cirinya
Preposition of Cause, Reason, dan Purpose
Linguistik: Aspek, Kala, dan Modalitas di dalam Bahasa
Pengertian, Jenis, dan Contoh Determiner
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi